Shopee Lampui Tokopedia Dalam Pencapaian Pengunjung

by -
Ilustrasi.

JALAJAHNUSAE.com –  Dua platform e-commerce saling berkejaran dalam menarik pengunjung. Ibarat sebuah pertandingan bola, masing-masing melakukan upaya “Total Football“.

Dan, pemenangnya adalah Shopee yang berhasil  mengungguli Tokopedia di berbagai capaian sepanjang 2020.

Untuk total rata-rata kunjungan sepanjang tahun, kunjungan bulanan, peringkat di AppStore dan PlayStore, dan jumlah pengikut di akun media sosial popular hanya beda tipis.

Dari total rata-rata  kunjungan di Indonesia saja sepanjang 2020, Shopee mampu menarik angka di atas 90 jutaan kunjungan, sementara Tokopedia di angka 80 jutaan.

Melihat dari kunjungan bulanan, tercatat tertinggi pada Q4 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dalam tolok ukur ini, Shopee kembali unggul dengan capaian hampir di angka 130 juta kunjungan dan Tokopedia di angka kisaran 114 juta.

Capaian tersebut tak lain berkaitan dengan periode sale atau campaign yang dilakukan kedua perusahaan.

Sale akhir tahun 10.10, 11.11, dan 12.12 memang menjadi peak season bagi perusahaan e-commerce untuk berlomba mengakuisisi pengguna.

Setelah Shopee dan Tokopedia, posisi berikutnya secara berurutan diisi oleh Bukalapak, Lazada, Blibli, Orami, Bhinneka, Ralali, JD.id, Sociolla, Zalora, Matahari, Alfacart, Fabelio, Jakarta Notebook, dan Elevenia.

Terkait performa aplikasi, Shopee secara konsisten menduduki peringkat pertama di platform iOS dan Android.

Sejak Q1 2020, Shopee selalu menjadi nomor satu di kedua platform dan tidak bergeser sejak Q4 2019. Data tersebut didapat dari App Annie.

Sedangkan Tokopedia bertandang di posisi kedua untuk iOS dan keempat di Android.

Pengikut Media Sosial Terbanyak

Tahun lalu merupakan tahun yang sangat tidak terprediksi. Setahun setelah awal mula global pandemi, perlahan-lahan adaptasi terhadap new normal mulai menunjukkan pergeseran perilaku dalam beraktivitas sehari-hari termasuk dalam berbelanja.

Dengan semakin banyak orang menggunakan media sosial untuk meneliti merek, maka platform ini menjadi salah satu strategi efisien untuk mendongkraknya, sekaligus mengakuisisi pengguna.

Mengutip dari sumber, Statista.  Facebook menjadi platform media sosial yang memiliki pengguna terbanyak di dunia.

Pada Q4 2020, Lazada memiliki likes terbanyak hingga 30 jutaan, disusul Shopee dengan 19 jutaan likes, dan Sephora dengan capaian yang sama dengan Shopee.

Media sosial berikutnya yang paling banyak digunakan di dunia adalah Twitter. Tokopedia sendiri berhasil menduduki peringkat pertama dengan total pengikut 700 ribuan, lalu Shopee dengan angka 540 ribuan pengikut, dan Blibli 510 ribuan.

Terakhir adalah Instagram. Shopee menduduki peringkat pertama dengan total pengikut sebanyak 7,1 jutaan, diikuti Lazada dengan total 2,6 jutaan, dan Tokopedia dengan 2,4 jutaan.

Platform e-commerce Masih Memiliki Ruang

Berdasarkan laporan e-Conomy 2020, selama pandemi rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu sekitar 4,7 jam per harinya untuk mengakses internet.

Angka tersebut naik 30% jika dibandingkan sebelum pandemi, yang biasanya hanya menghabiskan waktu sekitar 3,6 jam per hari.

Kenaikan tersebut lantaran kegiatan rutin yang biasanya dilakukan offline seperti sekolah dan kerja, sekarang berpindah ke online.

kibatnya lainnya, aktivitas belanja online juga ikut meningkat. Pada 2015, konsumer mayoritas membeli produk elektronik melalui platform e-commerce dengan total share sebanyak 41%.

Dengan adanya penerapan lockdown and pembatasan sosial, kategori food and groceries meningkat hingga 175% pada tahun 2020 dan terus diprediksikan akan mengambil bagian hingga 15% pada tahun 2025 dari total seluruh kategori produk yang dibeli di e-commerce.

Dengan adanya perkembangan GMV hingga 54% sejak 2019, e-commerce memiliki banyak potensi untuk terus mengakuisisi konsumer di Indonesia dan e-commerce diprediksikan akan terus memimpin eConomy di Indonesia.

Oleh karenanya, industri logistik semakin dibutuhkan karena permintaan terhadap ekspedisi pengiriman barang meningkat.

Makanya wajar jika pendanaan pada tahun lalu turut diwarnai dari sektor logistik. Sejumlah pendanaan yang diumumkan adalah Waresix, Andalin, Shipper, Kargo, dan Webtrace.

Bagaimana dengan kondisi “pertarungan” di Q1 dan Q2 tahun 2021 ini? Kita tunggu saja “permainan” berikutnya ya. (*/adh/dari berbagai sumber)