PHRI Protes, Pemerintah Dinilai Tidak Peka Kondisi Pengusaha Restoran

oleh -
Ilustrasi. Salah satu restoran di Jakarta tidak ada pengunjung. Sejak diberlakukan PSBB banyak pemilik restoran memilih tutup karena adanya larangan makan ditempat (dine in) (Foto:IG-@andakarsteak)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Pengusaha restoran menilai pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak peka terhadap kondisi sekarang.

Dimana banyak restoran yang tumbang akibat Covid-19 masih dikejar-kejar oleh keharusan izin edar  untuk pangan olahan yang dijual secara daring atau online.

“Mereka itu ibarat jatuh tertimpa tangga, pandemi covid-19 sudah bikin susah, di sisi lain ada peraturan yang mempersulit dunia usaha,” kata Wakil Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin seperti  CNBC Indonesia, Jumat (9/10/2020).

Dalam kondisi sulit saat ini, aturan tersebut seharusnya bisa ditahan dulu, banyak masyarakat yang beralih berjualan makanan secara daring karena sulitnya mendapat pekerjaan.

Jika harus ditambah dengan regulasi memberatkan, yang terjadi masyarakat semakin tercekik. Karena pengurusan izin pun dinilai memerlukan biaya lagi.

“Peraturan dari BPOM, penjualan online harus ada izin edar, baru lagi. Sekarang kan orang lagi susah. Jadi nggak fleksibel,” tegasnya.