Mahalnya Mobil Listrik di Indonesia Karena Komponen Baterai

oleh -
Ilustrasi. Mobil Listrik

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Harga mobil listrik masih akan tinggi mengingat pemerinah Indonesia belum memiliki pabrik baterai sebagai komponen penting kendaraan ramah lingkungan ini.

Meski sejumlah insentif fiskal dan non-fiskal telah disiapkan agar penetrasi motor dan mobil listrik semakin masif, namun tanpa dibarengi dengan ketersediaan pabrik baterai, harga mobil listrik pun masih belum seperti diharapkan.

Oleh sebab itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor ( Gaikindo) mengusulkan agar pemerintah memikirkan untuk membangun pabrik baterai.

Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo, mengatakan, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan supaya harga jual mobil listrik bisa lebih murah.

Pertama, terkait industri nikel Tanah Air. Pemerintah harus mendorong pembangunan pabrik baterai mobil listrik di dalam negeri.

Seperti diketahui, baterai mobil listrik masih menjadi komponen paling mahal dari kendaraan elektrifikasi.

Dengan memproduksinya sendiri, ongkos produksi pun bisa ditekan. Apalagi harga baterai tersebut kalau dihitung berkisar 40-45 persen dari harga satu unit mobil.

“Kalau itu bisa diproduksi di Indonesia dengan bahan baku yang ada nikel tadi, lalu dibuat smelter, menuju lithium, lalu dibuat di dalam negeri, kemungkinan besar harga baterai tersebut bisa turun,” ucap Jongkie, dalam webinar IDX Channel (5/11/2020).

“Kita sudah berpengalaman kalau pakai komponen lokal lebih banyak maka mobil tersebut harganya akan jauh lebih murah,” katanya.

Selain memproduksi sendiri baterai mobil listrik, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mobil tersebut juga harus ditingkatkan.

Menurutnya, mobil-mobil di bawah harga Rp 250 juta saat ini memiliki TKDN kurang lebih 80 persen. Artinya semakin besar TKDN, harga jual bisa lebih ditekan.

Jongkie juga mengatakan, beberapa komponen mobil listrik sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Semisal body, rem, roda, suspensi, sistem pengereman, dan sistem kemudi yang sebetulnya masih sama dengan mobil konvensional.

“Itu sudah bukti nyata. Kalau kita bisa membuat baterai mobil listrik di dalam negeri dan lain-lain, kita berharap tentunya harga mobil secara keseluruhan bisa turun dari yang ada sekarang ini,” ujar Jongkie. (kom/adh)