Banyak Reservasi Dibatalkan, PHRI DIY Menunggu “Mukjizat” Staycation ASN Saat Libur Lebaran

by -
PHRI DIY
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa 11 Mei 2021 terkait anjloknya tingkat hunian kamar akibat penyekatan dan larangan mudik. Foto: Dok Pribadi

YOGYAKARTA, Jalajahnusae.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyatakan selama adanya kebijakan penyekatan banyak reservasi hotel terpaksa dibatalkan (cancel).

Dalam kurun waktu tanggal 12-20 Mei 2021 reservasi hanya tinggal 0,9 persen saja. Bahkan angka itu bisa lebih “jeblok” lagi jika tidak ada upaya pemerintah untuk membantu.

“Saat ini kita  hanya punya harapan untuk mengisi kamar-kamar  kami dari Aparat Sipil Negara (ASN) dari daerah-daerah di DIY,” kata Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana di Yogyakarta ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Selasa malam 11 Mei 2021.

Menurut Deddy, pihaknya saat ini tinggal menunggu adanya mukjizat (keajaiban), paling tidak untuk bisa merangkat di rata-rata okupansi  25%  sampai 30% baik untuk hotel bintang maupun non bintang secara merata di semua area Yogyakarta.

Baca Juga: BPD PHRI Yogyakarta Menolak Perpanjangan PPKM, Ini Alasannya

“Kebijakan pembatasan dan larangan mudik Lebaran tentu akan sangat mempengaruhi tingkat hunian hotel saat libur Lebaran. Makanya, satu-satunya jalan adalah dengan membidik ASN tadi menjadi tamu,” tambahnya.

Dengan membidik tamu dari kalangan ASN yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah maupun instansi vertikal lain di provinsi tersebut untuk melakukan staycation saat libur Lebaran diharapkan bisa mendongkrak hunian hotel.